PERMASALAHAN FIQIH
Permasalahan Fiqih
Perbedaan pendapat diantara madzhab empat adalah hal yang wajar terjadi dalam syariat Islam. karena disamping perbedaan itu menjadi bagian dari kesempurnaan syariat Islam, yaitu tidak memberi beban tanggung jawab kepada mujtahid yang kadang mengalami kesalahan dalam ijtihadnya, bahkan memberinya profit satu pahala, perbedaan itu juga menjadi rahmat bagi kaum muslimin sehingga masing-masing daerah bisa menerapkan hukum ijtihad yang lebih maslahat bagi masyarakat. dengan demikian dapat dipahami, ajakan sementara kalangan untuk melepaskan baju bermazhab dengan mazhab yang empat dari tengah-tengah kehidupan kaum muslimin adalah b ia mengancam eksistensi syariat Islam itu sendiri. sahabat dan ulama salaf yang memberi rekomendasi atas terjadinya perbedaan pendapat dikalangan mujtahid dan atas terjadi bermadzab ajakan tersebut juga akan berdampak sangat negatif bagi kehidupan keagamaan kaum muslimin yaitu rentan melahirkan mujtahid mujtahid baru yang tidak memiliki kualifikasi dan kelayakan dalam segi keilmuan yang pada gilirannya akan melahirkan mazhab-mazhab baru yang tidak terhitung jumlahnya. Berikut adalah permasalahan fiqih yang sering kita jumpai.
1. Ibadah mahdhoh dan ghoiru mahdhoh
Ibadah mahdhoh muqayyadah yaitu ibadah yang syarat rukun dan waktunya telah dijelaskan oleh Rasulullah. Jenis ibadah mahdhoh tidak boleh ditambah atau dikurangi jika menyalahi maka disebut bid'ah dholalah atau sesat. Ibadah ghoiru mahdhoh atau mutlak oh gua hiro muqayadhah yaitu ibadah yang memiliki dalil secara umum namun dalam pelaksanaannya tidak diatur secara baku misalnya dzikir sholawat, doa, metode dakwah sedekah, baca Alquran, interaksi sosial dan sebagainya.
2. Pengamalan hadits dhaif
tidak semua hadits dapat diterima, sebab kadang dijumpai hadis yang palsu Yang disandarkan kepada Rasulullah sementara beliau tidak bersabda demikian karena itu ulama membagi kriteria kualitas hadis menjadi tiga yaitu shahih, hasan dan dhaif. hadits shahih yaitu hadis yang diriwayatkan oleh seorang perawi yang adil, memiliki daya ingat kuat, sanadnya bersambung, tidak ada illat atau cacat dan tidak ada syadz atau bertentangan dengan hadits lain yang lebih kuat. hadits Hasan punya definisi yang sama dengan hadis sahih namun perbedaannya terletak kepada daya ingat parawie jika daya ingatnya di bawah perawi shohih maka masuk kategori hasan. hadits dhaif yaitu hadits yang tidak memenuhi syarat hadits shahih dan Hasan karena perawi tidak adil, sanad terputus, perawi pelupa, ada cacat, ada syadz.
macam-macam hadits dhaif adalah yang pertama dhaif sanad terputus yang termasuk dhaif sanad terputus adalah Mursal, munqathi, mu'dhal, mudallas, muallaq, muallal. kemudian yang termasuk dhaif perawi tercela yaitu matruk, munkar, mudraj, maqlub, midhtarib, mushahhaf, muharraf, mubham, majhul, mastur, syadz, mukhtalif. hadis hadis dhaif ini boleh diamalkan dalam masalah-masalah keutamaan, memotivasi ibadah, dan mendorong agar tidak melakukan perbuatan dosa. namun beberapa syarat harus terpenuhi dalam mengamalkan hadits dhaif yang pertama bukan hadis sangat dhaif yang kedua memiliki kesesuaian dengan dalil yang lain tidak bertentangan dengan dalil lain Yang ketiga terkait keutamaan ibadah bukan masalah hukum yang keempat dilakukan dalam rangka ihtiyat berhati-hati.
3. Bid'ah
Imam Izzuddin bin abdissalam mendefinisikan b dengan redaksi yang hampir sama yaitu melakukan sesuatu yang baru, yang tidak ditemukan di masa Rasulullah. ahli hadits seperti Imam an-nawawi berkata "hadits pertama( tentang setiap bidah adalah sesat ) masih bersifat umum dan ditakhsish (dijelaskan) dengan hadis kedua (tentang sunnah yang baik dan buruk). sehingga b di atas dibagi menjadi dua yaitu bid'ah Hasanah( baik) dan sayyi'ah (buruk).
Ahli hadits al-hafizh Ibn Hajar berkata "yang dimaksud sabda nabi semua bid'ah sesat adalah sesuatu yang diperbaharui namun tidak punya dalil secara syar'i, baik secara khusus maupun secara umum." dengan demikian amaliyah yang punya dalil secara umum bukanlah bid'ah yang tercela.
khazanah di masa Rasulullah nabi Muhammad yaitu ketika sahabat Bilal sudah secara nyata melakukan bid'ah salat dua rakaat setelah wudhu yang tidak diajarkan dalam Islam oleh nabi Muhammad tapi beliau berkata" kamu melakukan bid'ah karena melakukan sesuatu yang baru" , namun justru memujinya. Hasanah di masa sahabat yaitu melakukan pembukuan Alquran menjadi satu mushaf yang tidak dilakukan di masa Rasulullah salat tarawih 20 rakaat berjamaah dengan satu Imam di masjid, adzan Jumat dua kali yang diperintahkan sayyidina Utsman bin Affan. bid'ah Hasanah di masa tabiin yaitu pembukuan hadis hadis rasulullah sebagaimana para sahabat membukukan Alquran dalam bentuk mushaf. bid'ah ulama ahli hadits yaitu Imam Malik, Imam Dar Al hijrah, Imam di kota Madinah beliau salat 800 rokaat setiap hari, Imam Ahmad salat 300 rokaat setiap hari, Imam Al Bukhari, Abu Abdillah Muhammad bin Ismail salat dua rakaat setiap menulis hadis.
4. Tradisi seputar kehamilan dan kelahiran
a. Doa saat hamil (tingkeban dan pitonan)
b. Azan bayi lahir
c. Jimat untuk anak kecil, selama tidak mengandung unsur syirik hukumnya boleh.
5. Tradisi putar kematian
a. Mengiringi jenazah dengan bacaan tahlil hukumnya boleh.
b. Adzan saat mengubur jenazah
c. Talqin dan ziarah makam kerabat
d. Qadha salat bagi mayit
6. Tahlilan
Beberapa hal terkait tradisi tahlilan yang sering dipermasalahkan:
a. sampainya pahala kepada mayit
b. susunan bacaan tahlil
c. tahlilan ke-7 hari ke-40 hari dan ke-100 hari
d. sedekah makanan atas nama mayit
e. haul orang tua dan ulama
7. Yasinan malam Jumat
8. Doa dengan Al Fatihah
9. Selamatan
10. Sholawatan
11. Redaksi sholawat nabi
12. Zikir dan doa dengan suara keras
13. Menambah Sayyid bagi nabi Muhammam
14. Pujian sebelum salat
15. Melafalkan niat shalat
16. Basmalah dalam salat
17. Qunut subuh dan sujud sahwinya
18. Bersalaman setelah salat jamaah
19. Azan salat Jumat dua kali
20. Bilal jumatan
21. Amaliah Asyura
22. Rebo wekasan bulan Safar
23. Robiul awal bulan maulid nabi
24. Puasa Rajab
25. Malam nisfu sya'ban
26. Megengan bulan sya'ban
27. Rukyat hilal
28. Tarawih 20 rakaat
29. Shalawat di antara rakaat tarawih
30. Shalat witir
31. Tadarus Alquran di bulan Ramadan
32. I'tikaf 10 malam terakhir bulan Ramadan
33. Puasa bulan Syawal
34. Halal bi halal
35. Puasa tarwiyah dan Arafah
36. Hewan qurban menjadi kendaraan di akhirat
37. Khataman Alquran bersama
38. Rambut dan kuku orang junub
Demikianlah contoh permasalahan-permasalahan fiqih yang sering kita jumpai
Komentar
Posting Komentar