KELOMPOK DAN ALIRAN DALAM SEJARAH UMAT ISLAM


Kelompok dan aliran yang pernah ada dalam sejarah umat Islam yaitu:
1. Syiah
Syiah itu mereka yang mengklaim sebagai pendukung Ali bin Abi Thalib. Mereka berpendapat imamah merupakan hak Ali yang telah ditetapkan berdasarkan Nash Alquran maupun wasiat nabi. Mereka juga berpendapat imamah bukanlah merupakan masalah kemaslahatan umat yang diperoleh dengan cara pemilihan umum, tetapi merupakan permasalahan pokok agama Islam yang tidak mungkin disembunyikan dan disepelekan oleh Rasul Allah atau diserahkan kepada umat. Syiah juga disebut Rafidhoh artinya golongan penolak.

Akidah dan ajaran Syiah yang pertama yaitu keyakinan Syiah tentang para imamnya, mereka sepakat bahwa para nabi dan Imam Syiah adalah Maksum terhindar dari dosa, mereka juga sepakat bahwa tawalli den tabarri hukumnya wajib. Kedua adalah kitab suci Syiah yaitu Al jami'ah dan shahifah dzu'abah as-saif selain itu ada sahifa an-namus, sahifa al- 'Abitha, al-jafr al abyadh, dan mushaf Fathimah. Ketiga yaitu 4 kitab hadis Syiah antara lain Al Kahfi, Man La Yahdhuruhul Faqih, Tahdzib al -Ahkam, dan al Istibshar. Keempat yaitu kelompok kelompok Syiah, syahrastani membagi kelompok syiah menjadi lima yaitu kaisaniyah, Zaidiyah, Imamiyyah, ghulat, dan ismailiyah. Menurut Asy'aryyah membagi menjadi tiga kelompok yaitu Syiah ghaliyyah yang terbagi menjadi 15 kelompok, syiah imamiyyah yang terbagi menjadi 14 kelompok, dan Syiah Zaidiyah yang terbagi menjadi 6 kelompok.

2. Khawarij
Khawarij merupakan kelompok yang menyempal. Mereka adalah kaum pembuat bid'ah karena mereka keluar dari agama dan keluar dari barisan kaum muslimin khususnya dari kepatuhan terhadap Imam Ali. Secara cara sejarah dalam Islam kelompok khawarij adalah orang-orang yang menyatakan keluar dari kepemimpinan Ali bin Abi Tholib pasca peristiwa tahkim. Kelompok khawarij disebut juga dengan haruriyah, nawashib, dan syurrah.

Ajaran dan aqidah khawarij yaitu mereka tidak mengakui kekhalifahan Utsman maupun Ali. Mereka menganggap tidak sah perkawinan kecuali dengan orang yang sepakat mengenai keyakinan mereka ini. Mereka mengakhirkan orang yang melakukan dosa besar dan tidak wajib menaati imam yang menyalahi sunnah. Semua kaum khawarij memiliki beberapa keyakinan yang telah disepakati meskipun kaum khawarij terpecah menjadi beberapa sekte kesepakatan itu adalah yang pertama, khalifah tidak terpilih kecuali melalui pemilihan bebas yang sah. 
Kedua, yaitu jabatan khalifah tidak dimonopoli kalangan tertentu. Ketiga, pengangkatan pemimpin tidak wajib menurut syariat namun boleh. Tempat orang berbuat dosa dianggap kafir. 

3. Mu'tazilah
Kelompok ini biasa disebut pula dengan Ashab al-Adl wa al- tauhid atau penyokong keadilan dan monoteisme, dan sering pula dijuluki dengan kelompok qodariyah dan adliyyah. Muktazilah ini muncul sejak era dinasti Umayyah.

Aqidah dan ajarannya yaitu menurut mu'tazilah orang yang tidak sependapat dengan mereka dalam masalah tauhid dikategorikan sebagai musyrik. Sedangkan orang yang tidak sependapat dengan mereka dalam masalah sifat-sifat Allah dianggap sebagai musyabbih atau yang merupakan Allah dengan makhluk. Sedangkan orang yang tidak sependapat dalam masalah al wa'du wa al- wa'id dianggap sebagai murji'ah. Berikut ini al- ushul Al Khamsah ajaran mu'tazilah: 
a.Prinsip tauhid mereka yaitu tidak mempercayai sifat sifat Allah titik sebab dengan menetapkan sifat-sifat Allah yang juga bersifat qodim, orang dianggap berbuat syirik.
b. Al-'adl dalam pandangan muktazilah mereka menganggap Allah hanya memerintahkan sesuatu yang Dia kehendaki dan hanya melarang sesuatu yang Dia benci Allah mengendalikan setiap kebaikan yang diperintahkan-Nya dan terbebas dari setiap keburukan yang dilarangnya.
c. Al-Wa'd wa al-Wa'id, mu'tazilah berkeyakinan bahwa janji dan ancaman akan datang. prinsip mu'tazilah yang menyatakan bahwa maksiat tidak berbahaya selagi ada Imam sebagaimana ketaatan tidak bermanfaat bila disertai dengan kekufuran. 
d. Al-Manzilah baina al-Manzilatain
e. Amr Ma'ruf Nahi Munkar

4. Wahabi
Wahabi adalah pengikut Muhammad bin Abdul Wahhab sebuah gerakan separatis yang muncul pada masa pemerintahan Sultan Salim III. Gerakan ini berkedok memurnikan tauhid dan menjauhkan manusia dari kemusyrikan. Muhammad bin Abdul Wahab Adel dan para pengikutnya menganggap bahwa selama 600 tahun umat manusia dalam kemusyrikan dan dia datang sebagai mujaddid yang memperbaharui agama mereka. 

Sebagian kalangan tidak menyukai istilah Wahabi dan lebih menyukai istilah salafi. Salah satu alasannya penamaan dakwah yang diemban Muhammad dengan nama wahabiyah yang dinisbatkan kepadanya nya adalah penisbatan yang keliru dari sisi bahasa, karena ayahnya tidak menyebarkan dakwah ini. Beberapa pendapat ulama tentang Wahabi beberapa kelompok Wahabi memiliki pemahaman ekstrem, kaku, dan keras. Mereka menolak rasionalisme, tradisi, dan beragam khazanah intelektual Islam.

5. Ikhwanul muslimin
Ikhwanul muslimin dalam bahasa Indonesia berarti persaudaraan muslim merupakan organisasi Islam yang bergerak di bidang dakwah Islam di Mesir dan dunia Arab. Organisasi yang dipelopori oleh Hasan al-banna melahirkan sejumlah organisasi Islam lainnya baik di Mesir maupun di luar Mesir.
 
Di awal pembentukan jamaah ini al-banna memperhatikan aspek pendidikan Islam dan amat menekankan pentingnya pendidikan tersebut. Tujuan dari pendidikan Islam dimaksud adalah untuk membangun akhlak dan aqidah benar sehingga mendorong para anggota jamaah melakukan perbuatan mulia. Tugas terpenting yang harus dilakukan oleh masyarakat Islam menurut Al Banna adalah mengikuti manhaj ilahi yaitu Alquran.

Kelompok Ikhwanul muslimin, yang pertama adalah sekelompok orang yang ingin meneruskan apa yang telah dirintis Hasan al-banna sebelum terjadinya konflik dengan pemerintah yang kedua adalah sekelompok orang yang mengaku sebagai orang-orang salaf, yang ketiga adalah jamaah takfir wa al-hijrah. Keempat adalah Jamaah Al jihad yang berpendapat perang melawan pemerintah kafir merupakan suatu kewajiban dalam Islam. Jamaah Ikhwanul muslimin yang masih ada sampai sekarang memiliki semboyan yaitu dakwah islamiyah harus dilakukan dengan hikmah dan nasihat yang baik. Metode mereka dalam berdakwah diintisarikan dari firman Allah "hai Rasul sampaikanlah apa yang diturunkan kepadaMu dari Tuhanmu. Dan jika tidak kamu kerjakan apa yang diperintahkan itu berarti kamu tidak menyampaikan amanatnya Nya. Allah memelihara kamu dari gangguan manusia." 


PERBEDAAN ASWAJA DENGAN IKHWANUL MUSLIMIN 
Ikhwanul muslimin: organisasi yang berdasarkan ajaran Islam mewujudkan terbentuknya sosok individu muslim, rumah tangga islami, bangsa yang islami, pemerintah yang islmai, negara yang dipimpin Islam, menyatukan perpecahan kaum muslimin dan negara mereka yang terampas, kemudian membawa bendera jihad dan da’wah kepada Allah sehingga dunia mendapatkan ketentraman dengan ajaran-ajaran Islam yang dipimpin oleh Mursyid 'Am atau Ketua Umum. Adapun tugas dari Mursyid 'Am adalah untuk mengatur organisasi Ikhwanul Muslimin di seluruh dunia.

Ahlussunnah Wal Jamaah : ajaran agama islam yang murni dari Rasulullah kemudian diteruskan oleh para sahabatnya sehingga tidak ada seorang yang menjadi pendiri ajaran Ahlussunnah Wal Jamaah, yang ada hanya ulama yang merumuskan kembali ajaran Islam setelah lahirnya beberapa paham dan aliran keagamaan yang berusaha mengaburkan kemurnian ajaran Rasulullah.

PERBEDAAN AHLUSSUNNAH DENGAN KHAWARIj
Khawarij : Mengkafirkan Ali, Utsman, Muawiyah, oarng yang terlinat dalam perang Jamal, dua pihak yang menyepakati perjanjian tahkim, serta orang yang mendukung kedua pihak. Menyatakan keluar dari kepemimpinan Ali (yang sudah disahkan oleh ahl hal wa al- aqd dan telah dibaiat rakyat) setelah terjadinya peristiwa tahkim (arbitrase)

Ahlussunnah Wal Jamaah : khalifah Kulafaur Rasyidin yaitu Abu bakar, Umar bin Khatab, Utsman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib.

PERBEDAAN AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH DRNGAN MU'TAZILAH
mu'tazilah : Muslim yang berbuat dosa dihukumi tidak muslim dan tidak kafir, menempati dua keadaan. Ketika mati belum bertaubat kekal. Dalam tauhid Menauhidkan Allah dengan meniadakan sifat-sifat-Nya untuk memurnikan dari tasybih dan tamtsil.

Ahlussunnah Wal Jamaah : Muslim yang berbuat dosa dihukumi sebagai fasiq. Ketika bertaubat akan diampuni, apabila belum bertaubat dan mati, sepenuhnya diserahkan kepada Allah. Dalam tauhid Menauhidkan Allah dalam Rubbubiyah, Uluhiyah, Asma wa siaft tanpa tasybih, tamtsil, ta’til, dan takyif.

PERBEDAAN AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH DENGAN WAHABI
Ahlussunnah Wal Jamaah : Aqidah sfat 20 susunan Imam Asy’ari (lahir 240 H), Mengislamkan orang kafir, dan diperbolehkan Qunut subuh untuk madzhab Syafi’i.

Wahabi : Tauhid Uluhiyah, Rububiyah, dan Asma wa Shifat susunan Muhammad bin Abdul Wahhab (1115 H), MengKafirkan orang Islam, dan menganggap Qunut Subuh bid’ah sesat.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

PERMASALAHAN FIQIH

FIQIH AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH