TASAWUF 2

f. Tasawuf dan Penyebaran Islam
menurut Abdurrahman Al Badawi, peran kaum sufi terutama tarekat-tarekat sufi sangat besar dan luar biasa dalam menyebarkan dakwah Islam di negeri-negeri non-muslim. diantara tokoh sufi yang diakui perannya dalam penyebaran Islam ke seantero dunia adalah syekh Abdul Qadir Jailani pendiri tarekat qodiriyah yang menyandang gelar sulthon Al awaliya'. melalui murid-muridnya dan generasi penerus mereka yang tergabung dalam keluarga besar tarekat qodiriyah. pengikut qodiriyah telah berperan besar dalam penyebaran Islam ke daerah-daerah yang jauh yang belum pernah dijamah ekspansi militer kaum muslimin dan belum mampu ditundukkan ke dalam pemerintahan Islam melalui mereka Islam tersebar luas di Afrika, Indonesia, Cina, dan India.
g. Tasawuf dan Jihad
jihad di jalan Allah melawan orang-orang kafir dan politeis termasuk amal ibadah paling utama menurut kaum sufi. Syaqiq bin Ibrahim al-balkhi tokoh sufi periode pertama ikut terjun dalam jihad ia gugur sebagai syahid di Medan peperangan. jejaknya diikuti oleh muridnya yaitu Hatim Al asham ia memasuki Medan jihad tanpa rasa takut dan gentar. 
tokoh sufi yang terjun ke dalam medan jihad di abad modern adalah Amir Abdul Qadir Al jazairi. kemudian pemimpin jihad di India sebagai tokoh sufi yaitu Sayyid Ahmad as-sayyid yang gugur syahid di pertempuran tahun 1831 itu di pertempuran balakot India. tahun 1857 pemimpin kaum sufi al-hajj imdadul oh dan murid-muridnya mereka berjuang dan berjihad dijalan Allah. perlu dikemukakan di sini bahwa diantara jasa-jasa kaum sufi yang layak diabadikan adalah pengabdian mereka selama 70 tahun dalam memelihara akidah kaum muslimin di Asia Tengah di bawah tekanan pemerintahan komunis dan atheis Uni Soviet.
h. Tasawuf dan Syariat
tasawuf tidak menggugurkan seseorang dari kewajiban syariat. bahkan sebaliknya tasawuf menolak dengan keras terhadap pandangan yang menyatakan guru-gurunya kewajiban syariat bagi seseorang yang telah mencapai derajat tertentu. dengan demikian jalan menuju makrifat kepada Allah adalah merealisasikan penghambaan diri kepada Allah secara murni yang termanifestasikan dalam konsistensi terhadap syariat secara paripurna. kaum sufi berusaha secara maksimal untuk mengikuti jalan ini sehingga mereka memetik sekian banyak buah yang sangat positif seperti semangat membaca dalam jihad peran yang besar dalam penyebaran ilmu agama dan jasa-jasa cemerlang dalam dakwah dan penyebaran Islam.
i. Tasawuf dan Kemunduran Umat Islam
dalam sejarah kekalahan kaum muslimin yang diklaim sebagai implikasi kemunduran umat islam, setidaknya didapati 3 episode kekalahan besar: 
1. jatuhnya quds (Palestina) kedatangan kaum salibis pada abad ke-5 Hijriyah
2. jatuhnya negara-negara muslim ke dalam cengkraman penguasa tartar pada abad ke-7 Hijriyah
3. hancurnya khilafah islamiyah di Turki dan jatuhnya negara-negara muslim ke dalam cengkraman imperialisme barat menjelang abad modern
kekalahan kaum muslimin pada episode pertama sehingga mengantarkan pada jatuhnya kursi ke tangan kaum salibis akan didapati bahwa kekalahan berawal dari perpecahan kalangan keluarga penguasa Bani saljuk, di sisi lain antara kerajaan-kerajaan Islam pada saat itu sedang terjadi konflik militer dan persaingan yang keras dan berdarah untuk mendominasi kursi khilafah islamiyah di Baghdad. konflik ini akibat dari kepentingan etnis, fanatisme jahiliyah dan ambisi menancapkan hegemoninya yang akhirnya meratakan jalan bagi jatuhnya Qudus ke tangan asing. 
episode ke-2 di antara lain raja-raja muslim sendiri terjadi peperangan saudara akibat ambisi dan kepentingan ekspansi wilayah kekuasaan sehingga membuka pintu kehancuran dan agresi tartar terhadap negara-negara muslim. akhirnya Baghdad jatuh dari tangan kaum muslimin ke tangan tartar akibat dari penghianatan perdana menteri Syiah, Ibn al-'Alqami pada masa Khalifah Al Musta'shim.
selanjutnya pada episode ke-3 raja-raja muslim telah mulai melepaskan nilai-nilai keagamaan yang menjadi sumber kekuatan mereka. budi pekerti mereka telah rusak dan mereka tenggelam dalam syahwat dan nikmatnya para selir. sementara darah para gubernur dan suku-suku Arab telah dialiri fanatisme jahiliyah. 
berdasarkan pemaparan diatas dapat disimpulkan kemunduran umat islam bukan disebabkan oleh ajaran tasawuf yang selalu menekankan pengorbanan jiwa dan raga dalam mendekatkan diri kepada Allah serta mengajarkan senantiasa mendahulukan kepentingan agama dan meningkatkan zuhud dan dalam kehidupan duniawi. tapi sebaliknya, kemunduran umat islam disebabkan sikap kaum muslimin yang telah menjauhi nilai-nilai sentral dalam ajaran Islam, nilai-nilai yang diajarkan tasawuf seperti kezuhudan dan kemudahan mengorbankan jiwa dan raga dalam menegakkan agama. 
j. Biografi al-Junaid al-Baghdadi
nama lengkap Abu Al qasim al-junaid bin Muhammad bin Al Junaid Al khazzaz al-Qawariri al-Nahawandi al Baghdadi. iya lahir tumbuh dan wafat 297H/910 M.
 di Baghdad. ayahnya seorang pedagang pecah belah, sedangkan aljunied sendiri pedagang kain sutra. dalam bidang tasawuf selain berguru kepada sebelumnya yaitu Sari al-Saqathi, ia juga berguru kepada al-harits bin Asad al-muhasibi, Abu Jafar Muhammad bin Ali Al Qashashab. Al junaid disepakati sebagai ulama yang ada di persimpangan jalan. semua kalangan menerima mazhab yang dibangunnya. Ia disepakati sebagai ulama penyandang gelar Syaikh at-Tha'ifah as-Suffiyah wa Sayyiduha (tuan Guru dan pemimpin kaum sufi). menurut sejarawan sebagian ulama, ada empat faktor yang mengantarkan mazhab al-junaid menjadi acuan dan standar dalam tasawuf Ahlussunnah Wal Jamaah yaitu:
1. asistensi terhadap Alquran dan as-sunnah
2. konsistensi terhadap syariat
3. kebersihan aqidah
4. tasawuf moderat
k. Biografi Hujjah al-Islam al-Ghazali
Abu Hamid Muhammad bin Muhammad bin Muhammad Al Ghazali at-thusi. dilahirkan di kota Thus, daerah Khurasan. dikenal dengan Al Ghazali karena ayahnya bekerja sebagai pemintal tenun wol atau karena ia berasal dari desa Ghazalah. perkembangan intelektualnya dimulai sejak ia belajar didaerahnya kepada Ahmad bin Muhammad ar-radzikani Al thusi. Saya rasa cukup ia pindah ke jurjan dan memasuki pendidikan yang diasuh Imam Abu Nasr al Isma'ili. setelah tamat ya kembali ke thus dan mengkaji ulang atas semua yang telah dipelajarinya sambil belajar tasawuf kepada syekh Yusuf Al Nassaj.
setelah 3 tahun ditos ia berangkat lagi melanjutkan pelajaran dan sekali ini ke naisabur, belajar kepada Imam Abu Al Malik Abdul Malik bin Abdullah Al juwaini ulama terkemuka Mazhab Syafi'i yang menyandang gelar Imam al-haramain. setelah Imam al-haramain wafat dan pelajaran tasawuf cukup dikuasainya Al Ghazali pindah ke mu'askar Mengikuti berbagai forum diskusi dan seminar ulama dan intelektual. 
kemudian ia berangkat menuju kota damaskus di Syria dan tinggal di kota ini mulai tahun 488 H. suatu kota yang penuh damai dan dihuni banyak kalangan sufi. setelah itu ia meninggalkan damaskus berangkat menuju Baitul maqdis di Palestina. setiap hari ia masuk qubbah shakhrah mengunci pintunya menjalani uzlah dan berdzikir. iya juga berangkat ke kota Al Khalil untuk berziarah ke makam nabi Ibrahim setelah dirasa cukup ia berangkat menuju Hijaz menunaikan ibadah haji di Mekah dan berziarah ke makam Rasulullah di Madinah. 
Al Ghazali meninggalkan karya tulis yang amat banyak meliputi berbagai bidang ilmu keislaman 3 karangan ini paling penting secara mutlak menggambarkan corak intelektual dan sosok kepribadian Al Ghazali ketiga karangan itu adalah:
1. Al-Munqaz min al-Dhalal "penyelamat dari kesesatan"
2. Tahafut al-Falasifah "runtuhnya para filosof"
3. Ihya' 'ulum ad-Din yang berarti menghidupkan ilmu-ilmu agama.
l. Permasalahan Seputar Tasawuf
1. Tarekat Mu'tabarah
berikut ini tarekat muktabarah di lingkungan NU:
fatwa ulama al-azhar menyatakan:
"thoriqoh thoriqoh sufi secara umum adalah pendidikan hati titik jika metode nya sesuai dengan agama, secara aqidah dan Syariah, maka thoriqoh tersebut di syariat kan. jika tidak sesuai, maka tidak disyariatkan, dan wajib untuk meluruskan dengan cara yang bijak dan tutur kata yang bagus." 
2. Sanad Tarekat
semua tarekat mu'tabarah (diakui keabsahannya) harus memiliki sanad atau mata rantai dzikir yang tersambung hingga Rasulullah. 
3. Sanad Tarekat yang Terputus
"barangsiapa silsilahnya tidak tersambung kepada Rasulullah maka orang tersebut terputus berkahnya, bukan pewarisnya dan tidak boleh berbaiat kepadanya maupun ijazah."
4. Ijazah Zikir Lewat Mimpi
"ilmu hanya bisa didapat berdasarkan berguru dengan cara talqin (dituntun) dan belajar, dari guru yang telah diberi izin secara ijazah yang sah, tersambung kepada ahli tarekat nya dan kepada Rasulullah zikir tidak bisa memperoleh faedah yang sempurna kecuali wi-fi dengan dituntun dan diberi izin."
5. Mursyid Sempurna
"Mursyid harus memenuhi beberapa syarat: (1) harus mengetahui kebutuhan para murid, baik tentang hukum fiqih dan tauhid, yang dapat menghilangkan keraguan yang dialami oleh murid di masa permulaan, agar ia tidak bertanya kepada orang lain. (2) Mursyid orang yang mengetahui terhadap kesempurnaan hati, etika hati, keburukan nafsu, penyakit nafsu serta cara mengobatinya dan menjaganya...(6) melaksanakan apa yang ia perintahkan kepada muridnya dan meninggalkan apa yang ia larang kepada muridnya, hingga ucapannya dapat membekas di dalam hati." 
6. Memasuki Dua Tarekat atau Lebih
"syekh Al Islam Yahya bin Zakaria menjadi hakim di Mesir, beliau memiliki keyakinan yang kuat terhadap para guru dan wali. makam syekh (Ibn Qadhib) memberinya gelar syekh Al Islam dan membaiatnya dengan tiga tarekat, Naqsyabandiyah, Qadiriyah, dan Khalwatiyah. kemudian beliau memerintahkannya dengan tarekat naqsabandiyah dan memerintahkan untuk selalu dzikir dengan hati." 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

PERMASALAHAN FIQIH

KELOMPOK DAN ALIRAN DALAM SEJARAH UMAT ISLAM

FIQIH AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH