TASAWUF

TASAWUF AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH
a. Pengertian 
Secara etimologis kata tasawuf adalah nisbah terhadap akar kata shuf yang artinya baju wol sehingga memiliki arti memakai baju wol. tasawuf menjadi nama bagi orang yang menjauhkan diri dari gemerlapnya duniawi. sebagian orang ada yang menjalani kesulitan karena mencari kepuasan, berdasar ide logis dan aliran rasionalis yang berpandangan, kebahagiaan bisa diperoleh dengan ketenangan. sedangkan keterangan tidak akan dapat dicapai tanpa mengekang semua keinginan dan menjauhi syahwat yang disebut dengan zuhud. orang yang melaksanakan zuhud disebut Zahid namun nama yang paling mudah untuk mengenal mereka adalah nama sufi. Para Zahid di lingkungan Arab dikenal dengan istilah sufi. 
Abu bakar Al kattani mendefinisikan mendefinisikan tasawuf yaitu kesucian (Syafa) dan penglihatan (musyahadah). definisi yang ringkas tapi menghimpun dua sisi tasawuf yang pertama berfungsi sebagai sarana dan sisi kedua Sebagai tujuan. sarana terletak pada kesucian dan tujuan terletak pada penglihatan. dapat disimpulkan tasawuf itu jalan dan tujuan. beberapa tokoh sufi saat ditanya, mengapa disebut sufi, mereka menjawab, karena kebersihan hati mereka dan kesucian perbuatan mereka. 
b. Istilah sufi
Istilah sufi dan tasawuf baru dikenal secara luas sejak abad ke-2 H. sahabat adalah teladan kaum sufi dalam dan ibadah, tawakal, fakir, kesabaran dan ketaatan kepada Allah. julukan sufi pertama kali diberikan kepada seseorang yang dikenal zuhud, menjalani riyadhah dan pakar dalam bidang kimia dari kufah, iya itu Jabir bin hayyan as-sufi. kemudian diberikan pula kepada Abu Hasyim Al sufi yang juga dari kufah. 
c. Benarkah tasawuf itu bidah?
Dalam menanggapi gugatan bahwa tasawuf itu sisipan terhadap Islam, kiranya disini perlu di kemukakan pandangan beberapa pakar tasawuf. misalnya, Abdul Wahid Yahya filosof dan sufi kontemporer yang berpandangan an-nas awuf merupakan bagian yang esensial dari agama Islam. menurutnya, Islam akan berkurang tanpa kehadiran tasawuf. agama akan berkurang dari aspeknya yang luhur yaitu aspek yang berperan sentral dan fundamental. karenanya termasuk asumsi murahan, pandangan yang mengatakan tasawuf bersumber dari ajaran yang asing dari Islam, seperti filsafat Yunani India, parsia dan masehi titik pandangan ini berlawanan dengan istilah-istilah teknis keilmuan dalam dunia tasawuf yang kesemuanya berkaitan erat dengan bahasa Arab. 
Imam Abu Al muzaffar Syahfur bin Thohir Al Asfarayini memaparkan keistimewaan Ahlussunnah Wal Jamaah dibandingkan sekte-sekte lain seperti khawarij, rafidhoh dan qodariyah memberikan penjelasan:
"ilmu tasawuf dan isyarat serta hakikat-hakikat dan hal-hal yang mendetail yang dimiliki ahlussunnah waljamaah, tidak dimiliki sedikitpun oleh ahli bid'ah titik kalangan ahli bid'ah terhalang dari menerima faedah tasawuf seperti ketenangan, halawah, sakinah, dan tumakninah. Abu abdirrahman al-sulami telah menyebutkan an-naziat Tara guru-guru kaum sufi hampir 1000 orang iya telah menghimpun isyarat-isyarat dan hadis-hadis mereka titik secara umum dikalangan mereka tidak ditemukan seorang yang dinisbahkan terhadap bagian dari kelompok qodariyah, rafidhoh dan khawarij." 
d. Tasawuf dan kehidupan
bila manusia merealisasikan penghambaan dirinya kepada Allah maka Allah akan menjaganya dengan memberi makrifat. Nabi Khidir telah merealisasikan penghambaan kepada Allah. berkahnya, iya diberi rahmat dan makrifat dari sisi-Nya. Rasulullah telah merealisasikan penghambaan dirinya kepada Allah secara sempurna dan paripurna. iya merealisasikannya pada puncak yang tidak bisa dilakukan oleh selainnya, sehingga salat, ibadah, hidup, dan matinya, hanya untuk Allah Tuhan semesta alam. Rasulullah telah merealisasikan penghambaan dirinya kepada Allah dengan sempurna sehingga Allah memberikan kemuliaan duniawi dan ukhrawi. apabila diamati kehidupan kaum sufi hanya berusaha mengikuti dan meneladani Rasulullah di dalam langkah dan perjalanan hidupnya semaksimal mungkin baik dalam hal kecil maupun dalam hal besar.
e. Tasawuf dan ilmu pengetahuan
membicarakan ilmu pengetahuan dan kaum sufi berarti membicarakan tokoh-tokoh puncak dunia ilmu pengetahuan. misalnya kita perhatikan tokoh pertama dalam dunia sufi yang diakui oleh seluruh ulama Ahlussunnah Wal Jamaah yaitu Al Junaid Al Baghdadi yang memiliki penguasaan cemerlang terhadap seluruh bidang studi ilmu keislaman berdasarkan kesaksian al-hafidz IbnKatsir pakar tafsir hadis dan sejarah. beralih kepada tokoh kedua dalam dunia sufi kaum Sunni yaitu Hujjatul Islam Abu Hamid Al Ghazali. karyanya yang paling monumental dalam bidang tasawuf yaitu ihya ulum ad-din. sementara karya Al Ghazali di bidang Ushul fiqih yang berjudul al-Mustashfa fi 'ilm al -Ushul, menjadi rujukan utama para pakar usul Fiqih dalam 3 mazhab: Syafi'i, Maliki dan Hambali. 
bila kita mencoba memperhatikan bidang studi ilmu hadits salah satu tokohnya adalah Abu at-ThayyibMuhammad bin Ja'far bin Darran Al Baghdadi yang dikenal dengan julukan Ghundar, seorang sufi, muhaddits dan jawwal. kemudian al-hafiz Abu al-fadhl Nasr bin Muhammad bin Yakub Al aththar at thusi, iya merupakan salah satu pilar ilmu hadis di kurasan selain sebagai rujukan agama zuhud dan, kedermawanan dan kesetiaan pada ahlussunnah. kemudian yang ketiga adalah Al hafiz Al khabir abu nu'aim Ahmad bin Abdillah bin Ahmad Al mihrani Al asfahani, muhaddits dan sufi. iya diakui sebagai hafiz dan pakar hadits tiada tanding baik di timur maupun di barat, dan tidak ditemukan orang yang lebih hafiz dan lebih tinggi sanadnya dari padanya. 
kiranya ketika pakar hadis tersebut cukup sebagai bukti bahwa dalam bidang studi ilmu hadis kaum sufi punya peran yang sangat penting.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PERMASALAHAN FIQIH

KELOMPOK DAN ALIRAN DALAM SEJARAH UMAT ISLAM

FIQIH AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH